Beberapa Cedera Saat Melakukan Fitness

Kamis, 17 September 2015
Banyak yang melakukan olahraga fitness untuk membentuk massa otot atau untuk memperbaiki bentuk tubuh. Bagi sebagian orang yang tidak memiliki waktu untuk datang ke gym secara rutin, memilih untuk membeli Alat Fitness sendiri agar dapat digunakan kapanpun mereka memiliki waktu luang. Namun karena harga alatnya yang terbilang cukup mahal, umumnya mereka hanya membeli satu atau 2 jenis alat saja yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain jumlah alat yang terbatas, dengan menggunakan alat fitness sendiri di rumah artinya kita hanya akan mempelajari cara penggunaan alat tersebut berdasarkan dari buku panduan saja. Padahal, cara penggunaan yang salah bisa meningkatkan risiko cedera. Berikut ini, adalah beberapa cedera yang mungkin terjadi saat melakukan latihan fitness sendiri di rumah:

Cedera Sendi

Sendi yang mengalami cedera biasanya adalah sendi pada engkel kaki. Cedera ini sering terjadi karena posisi kaki yang kurang tepat saat mendarat, ketika sedang melakukan olahraga kardio. Cedera ini bisa saja ringan, namun bisa juga cukup parah hingga membuat kita sulit berjalan.

Cedera Lutut

Kram Otot
Jika kita terbiasa duduk dalam jangka waktu yang lama, akan membuat otot pada kaki dan pinggang menjadi kurang kuat, sehingga seluruh beban akan mengarah pada lutut ketika kita berolahraga.Hal ini akan meningkatkan risiko kita mengalami cedera lutut ketika aktif menggunakan otot kaki saat berolahraga.

Cedera Bahu

Cedera pada bahu ini bisa terjadi akibat salah posisi saat berolahraga, salah urat, atau otot yang tegang. Jenis latihan fitness yang memungkinkan kita mengalami cedera ini adalah mengangkat beban. Selain dari yang telah disebutkan di atas, mengangkat beban yang melebihi batas kemampuan kita juga memungkinkan kita mengalami risiko ini.

Kram Otot

Perut dan kaki adalah bagian yang paling sering mengalami masalah kram otot. Namun, bukan berarti tidak terjadi pada bagian tubuh lainnya. Meskipun tidak terlalu berbahaya, namun rasa sakit yang diakibatkannya tidak bisa diabaikan begitu saja. Kram otot ini biasanya terjadi akibat gerakan mendadak, pemanasan atau peregangan yang kurang sebelum berolahraga.

Berbagai cedera yang telah disebutkan tadi dapat kita atasi dengan beberapa cara, antara lain menggunakan sepatu olahraga saat akan berlatih fitness, lakukan pemanasan yang cukup, dan jangan memaksakan diri melakukan olahraga yang berat diluar batas kemampuan. (Yv)

Aturan Saat Berada di Fine Dining Restaurant

Rabu, 02 September 2015

Ada kalanya kita, teman, pasangan, atau klien bisnis membutuhkan lebih dari sekadar makan enak, ketika memilih tempat untuk makan di luar. Salah satu tempat yang selain menyajikan makan enak juga atmosfer yang nyaman adalah restoran-restoran fine dining. Restoran-restoran seperti Akira Back Jakarta, Skye, dan Casa D’oro adalah beberapa contoh restoran fine dining di Jakarta. Restoran-restoran ini biasanya dimiliki oleh chef-chef berkelas dunia, dengan resep-resep yang berasal dari mereka juga.
Dengan kelas restoran yang bisa dibilang lebih ‘atas’, etiket-etiket makan seperti tidak berbicara ketika mulut penuh, tidak berbicara jorok selama makan, dan menutup mulut ketika batuk sudah menjadi pengetahuan umum. Tetapi, restoran-restoran fine dining memiliki beberapa etiket dan peraturan tambahan yang sebaiknya diketahui oleh mereka yang mungkin baru pertama kali mengunjungi restoran fine dining.
Fine Dining Restaurant
  • Di restoran fine dining, dress code sangat penting untuk menjaga atmosfer. Laki-laki biasanya dianjurkan untuk mengenakan jaket atau jas, dan dasi jika bersantap bersama klien bisnis. Perempuan dianjurkan memakai dress dan sepatu, bukan sandal.
  • Dompet, telepon genggam, dan kunci sebaiknya tidak ditaruh di atas meja. Ini akan mengganggu penempatan piring.
  • Jika Anda yang menjamu teman atau klien untuk bersantap, maka pastikanlah si tamu yang memesan pertama.
  • Si penjamu juga sebaiknya memberikan kartu kreditnya sebelum duduk, agar tidak merepotkan ketika nanti membayar.
  • Jangan memanggil pelayan Anda dengan suara keras. Cobalah untuk membuat kontak mata dengan si pelayan atau angkatlah tangan untuk menarik perhatian mereka.
  • Jika makanan Anda belum dimasak dengan benar, mintalah pelayan untuk mengembalikan makanan tersebut dan perbolehkan tamu-tamu Anda untuk makan duluan.
  • Jika bersantap dengan klien bisnis, janganlah mulai berbicara bisnis sebelum makanan utama selesai.
Setelah mengikuti semua tips-tips di atas, ada satu lagi hal yang sangat penting ketika bersantap di manapun, yaitu tata krama. Dengan tips-tips ini Anda tidak perlu malu dan gugup lagi ketika diajak atau mengajak bersantap di restoran-restoran fine dining. (Dana)

Berbagai Tipe Bucket Excavator

Senin, 10 Agustus 2015

Excavator merupakan jenis alat berat yang digunakan untuk memindahkan satu material ke tempat lain atau ke alat angkut. Alat ini dilengkapi dengan lengan (arm dan boom) dan pengeruk atau yang biasa disebut dengan bucket untuk menyelesaikan pengerjaannya. Excavator bisa dikatakan sebagai alat yang sangat serba guna, bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya saja untuk menggali parit dan pondasi, mengangkat dan memindahkan material, meratakan tanah, hingga menghancurkan gedung. Keberagaman fungsi excavator ini tidak lepas dari bagian bucket excavator.

Bagian bucket dari excavator ini bisa diganti-ganti disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Beda jenis bucket, beda fungsinya, karena itu, penting sekali untuk menggunakan bucket yang tepat untuk satu pekerjaan agar hasilnya bisa maksimal. Berikut ini beberapa jenis atau tipe bucket excavator sesuai dengan fungsi pekerjaannya, yakni:

Digging Bucket (bucket penggali)

Digging Bucket
Seperti namanya, bucket ini digunakan untuk menggali berbagai material. Perbedaan material digali berpengaruh pada bagian gigi atau ujung bucket. Misalnya saja untuk menggali tanah yang lebih lunak digunakan gigi yang tumpul, sementara untuk menggunakan material yang lebih keras seperti batu, maka digunakan gigi yang runcing.

Rock bucket

Rock bucket
Rock bucket merupakan variasi dari digging bucket. Digging bucket dilengkapi dengan gigi yang tajam dan struktur yang kuat. Ini karena bucket jenis ini biasa digunakan untuk pekerjaan di daerah tambang atau lokasi dengan material yang sangat keras, seperti untuk mencongkel atau menghancurkan batu.

V bucket

V bucket
Tidak seperti bucket pada umumnya yang berbentuk kotak, bucket ini berbentuk seperti huruf V besar. Bentuk V ini berguna untuk membuat saluran air atau pipa. Bagian bawah bucket berguna untuk menambah kedalaman, sementara bagian samping kanan dan kirinya untuk menambah kelebaran.

Skeleton Bucket

Skeleton Bucket
Bentuk skeleton bucket tergolong unik dan berbeda dari bucket lainnya. Bentuknya seperti penyaring yang memungkinkan batu-batu kecil yang diangkut keluar sehingga hanya batuan yang berukuran besar saja yang termuat.

Hardpan Bucket

Bucket excavator satu ini digunakan untuk menghancurkan material keras, mirip seperti rock bucket. Bedanya pada bagian belakang ember ditambahkan gigi yang digunakan untuk menghancurkan tanah padat pada saat bucket menggali. (raw)

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Menempuh Perjalanan Jauh

Jumat, 31 Juli 2015
Setelah melalui ribuan kilometer, tentunya selain mengistirahatkan fisik karena kelelahan, kita juga harus merawat mesin kendaraan agar tetap prima ketika kembali digunakan. Tidak jauh berbeda dengan manusia, mesin pun memerlukan perawatan setelah bekerja keras. Beberapa komponen mungkin perlu diperbaiki atau bahkan diganti, seperti suspensi, rem, kopling, oli, dan juga ban. Salah satu komponen yang jarang diperhatikan adalah oli. Oli motor seringnya hanya dipandang sebagai alat pelumas untuk menghindari gesekan antar komponen mesin saja. Namun, sebenarnya oli motor adalah bahan penting untuk menjaga ketahanan sepeda motor Anda.
mengecek sepeda motor

Memilih oli motor terbaik merupakan langkah tepat untuk merawat mesin sepeda motor Anda. Ketika menempuh perjalanan ribuan kilometer, maka Anda harus mengecek kembali kondisi oli Anda apakah masih bisa digunakan atau tidak. Ini penting karena oli berfungsi juga untuk menjaga sirkulasi udara pada mesin dan menstabilkan temperatur mesin. Cara mengeceknya adalah dengan menyentuh bagian komponen yang dilumasi oli. Jika oli terasa pekat dan permukaannya terasa kasar, maka itu adalah satu tanda jika oli sudah sepatutnya diganti.

Kedua, cek klep. Bersihkan bagian klep karena biasanya kotoran akan menumpuk di tempat itu dan bisa menyebabkan mesin mati di tengah jalan alias mogok. Anda tentunya tidak ingin mengalami mesin mati ketika sedang mengendarai kendaraan bukan? Rajin-rajinlah periksa bagian motor yang bersentuhan langsung dengan jalanan karena cenderung menjadi tempat menempelnya debu-debu dan kotoran.

Ketiga, lihat komponen-komponen motor yang cenderung melakukan pekerjaan berat seperti suspensi, rantai, gir, dan juga rem. Terakhir, cek kedua ban di sepeda motor Anda. Meski sederhana, komponen itu tentunya sangat penting bagi kelancaran penggunaan motor. Periksalah permukaan ban, cek apakah ada bagian yang sobek, menggembung, atau mungkin sudah tipis (botak)? Tentunya sangat berbahaya jika ban motor Anda sudah tipis karena bisa menyebabkan kecelakaan atau slip. Segeralah pergi ke bengkel untuk mengganti atau memperbaikinya.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga ketahanan agar mesin kendaraan Anda tetap prima setelah melakukan perjalanan jauh. Semoga bisa membantu.

Update Algoritma Google di Kuarter I Tahun 2015

Selasa, 28 Juli 2015

Algoritma google merupakan hal yang tidak asing lagi di dunia SEO Indonesia dan tentu saja di SEO belahan dunia manapun. Algoritma berfungsi sebagai “filter” Google dalam memunculkan hasil pencarian yang paling relevan sesuai dengan kata kunci yang dicari oleh pengguna. Google biasanya akan melakukan pembaruan atau update pada algoritma-algoritma ini secara berkala. Algoritma yang biasanya memiliki namanya masing-masing ini akan diumumkan melalui halaman resmi Google setiap akan dilakukan update. Namun kadang ada juga update yang terjadi tanpa ada pemberitahuan.

Selama setahun, Google bisa melakukan beberapa kali update untuk algoritma yang berbeda-beda. Pada tahun 2014 lalu saja Google melakukan selitar 15 update pada algoritmanya. Pada tahun 2015 ini sendiri, di kuarter pertama atau hingga bulan April lalu, Google telah melakukan dua update untuk algoritmanya.

Algoritma tak bernama (4 Februari 2015)

Algorithma Google
Update yang dilakukan Google ini tidak memiliki nama khusus. Google bahkan tidak memberikan pengumuman sebelumnya mengenai adanya pembaruan algoritma ini. Perubahan ini sangat terasa pada website-website brand dan e-commerce yang sempat mengalami lonjakan rangking. Beberapa website yang tadinya tidak memiliki ranking tiba-tiba kembali ke halaman pencarian Google. 
Sementara beberapa rangking untuk  kata kunci yang berhubungan dengan e-commerce juga mengalami fluktuasi posisi. Website-website dengan kata kunci tersebut bisa saja berada di posisi 1, kemudian turun ke posisi 5 hingga 9 dan akhirnya hilang sama sekali.

Algoritma Mobile-Friendly, Mobilegeddon (22 April 2015)

 Akhir April lalu Google melakukan update di luar algoritma yang sudah ada. Algoritma yang tadinya dikeluarkan tanpa nama ini berpengaruh pada pencarian google melalui mobile seperti pada smartphone atau gadget lainnya. Karena itulah, akhirnya update ini dinamakan dengan Mobilegeddon, gabungan dari kata mobile dan armageddon (kiamat). Update ini benar-benar “memporak-porandakan” rangking dari website-website yang belum mobile-friendly. Penurunan visitor dari mobile pun terlihat sangat signifikan. Untungnya, sebelum resmi mengeluarkan update ini, Google melalui Webmaster-nya telah lebih dulu memperingatkan para webmaster untuk memperbaiki website mereka yang dianggap belum mobile-friendly. Selain itu, Google juga memberikan halaman khusus untuk mengecek apakah suatu website sudah mobile friendly atau belum seklaigus memberitahukan bagian mana saja yang harus diperbaiki.

Kira-kira update apa lagi yang akan dikeluarkan oleh Google? Kita tunggu saja sampai akhir tahun nanti. (raw)
 

Artikel Informasi Baru Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger