Amazon Lebih Memilih Fokus Kepada Pelanggan

Selaku pembisnis cloud Indonesia, siapa yang tidak kenal dengan perusahaan Amazon? Perusahaan terbesar dalam teknologi cloud yang pada awalnya Amazon hanya diluncurkan dan bisa digunakan di US dan Kanada. Dan tidak disangka-sangkah sekarang layanan cloud Amazon sudah banyak digunakan di US, Eropa, Kanada, Australia, Brazil, Jepang dan berapa tempat lainnya.
amazon web services

Sejak peluncurannya di tanggal 29 maret 2011, Amazon bisa dibilang menjadi penguasa bisnis cloud. Bisnis tanpa kompetitor tentu tidak menyenangkan, sepertinya hal ini menjadi pemicu perusahaan adidaya seperti Microsoft dan Google untuk ikut terjun di dalam bisnis ini. Google meluncurkan layanan Google Cloud Platform sedangkan Microsoft meluncurkan layanan cloud dengan nama Microsoft Azure.

Banyak pihak yang mulai berasumsi terjadi perang cloud antara ke-3 perusahaan adidaya ini. Dari artikel sebelumnya yaitu “Google Membangun “Cloud” Untuk Melawan Amazon”, sudah terlihat bahwa Google emang mau menjadi kompetitor Amazon. Namun apakah pihak Amazon berpikiran hal yang sama seperti pihak lain? Dilansir dari koran online Tekno Kompas, Werner Vogels selaku CTO Amazon menampiknya.
Werner Vogels

Menurut Werner Vogels, tidak ada perang dan Amazon tidak menganggap ke-2 layanan cloud ini sebagai kompetitor. Loh, kenapa? Tenang, begini penjelasan dari Werner Vogels kenapa dia bisa bilang ke-2 layanan cloud ini bukanlah kompetitor. Werner menyatakan Amazon memiliki keunikannya sendiri. Jika saat ini, kebanyakan perusaahan yang meluncurkan produk cloud masih harus memikirkan gimana cara membuat layanan komputasi penyimpanan database yang baik. Sedangkan Amazon sudah melewati tahap itu dan lebih fokus kepada layanan profesional, pengembangan komunitas, pendidikan cloud dan hal lainnya.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Amazon sudah bermain lama di dunia cloud. Bahkan Amazon sudah memiliki 3 program edukasi dengan nama “AWS Educate”, “AWS Activate” dan “AWS Freetier”; dimana ke-3nya memiliki tujuan yang sama yaitu mengedukasi orang terutama startup agar mereka mengetahui seluk-beluk sistem cloud dan gimana mengaplikasikannya di dalam bisnsi mereka. Tentu selain 3 program edukasi ini, Amazon menyediakan komunitas dimana para pelanggan dan pengembang cloud bisa saling diskusi dan tanya jawab semua hal yang berhubungan dengan cloud. Dengan adanya komunitas, para pelanggan bisa lebih mudah mendapatkan informasi.

So, untuk saat ini Amazon belum memandang layanan cloud dari Google dan Microsoft sebagai kompetitor. –hm-

0 komentar :

Poskan Komentar

 

Artikel Informasi Baru Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger